A Step Closer to Green Economy: Tesco, South Korea Supermarket



(I will post all the text using bahasa Indonesia. Please use wibiya or google translate if you want to read it in your mother language.)


Tesco, sebuah supermarket terbesar ke-2 di Korea (meski bukan supermarket asli dari Korea), menjalankan sebuah strategi marketing untuk meningkatkan volume pembelian masyarakat di supermarketnya. Masalahnya, jumlah unit tokonya kalah dibandingkan pesaing : E-mart; yang merupakan supermarket nomer 1 di Korea Selatan. Jadi, bagaimana Tesco (Homeplus) dapat meningkatkan pembelian tanpa harus meningkatkan jumlah toko?


Strategi yang diterapkan mereka simpel namun high impact. Inilah yang betul-betul disebut dengan “Advertsing that Works”. 


Berbekal dengan insight masyarakat Korea Selatan yang super sibuk dan aktivitas berbelanja 1-minggu sekali saja sudah seperti siksaan, maka mereka berpikir: “bagaimana kalau tokonya mendatangi konsumen?” Bukan tokonya dateng ke rumah yah, tapi belanjaan dateng ke rumah. Lho, cara belanjanya gimana? Konsumen bisa mengakses tokonya tiap saat/di daerah sekitar mereka, dalam hal ini subway.


Teknik yg dipakai adalah dengan scan QR Code (fyi, telepon di Korea itu udah smart phone semua. Sama kaya Jepang). Nanti setelah nge-scan barang yang dipengen, masuk ke keranjang, bayar pakai credit card (entah debit bisa apa engga), dan VOILA, belanjaan sampai ke rumah.


Lho, mana green nya?


Liat video yang ini dulu deh (serupa tapi tak sama): presentasi ide ini pada saat Young Spikes Asia di Singapura. (sourtesy of Juara Agency, Jkt)

Ada yang notice gak? 


Jadi gini, ada beberapa hal yang bisa di highlight dari strategi ini:


1. Packaging
Mereka mengirim paket belanjaan kita dengan menggunakan kardus, BUKAN PELASTIK. Kardus terbuat dari corrugated paper yang bisa diurai oleh tanah dalam waktu yang cepat.


2. Emisi
Dengan mengurangi intensitas orang berbelanja ke supermarket, bayangkan berapa banyak kendaraan (motor/mobil) pribadi yang tetap di rumahnya? Karena belanjaan diantar sekaligus maka emisi yang di hemat bisa sampai 1/2 nya! Bayangkan berapa banyak emisi dan gas buangan karbon yang dapat dikurangi. Kalau sering belanja kan secara gak sadar banyak tuh ngonsumsi bahan bakarnya. Belom lagi kalo macet.


3. Listrik
Kalau ini bagi tokonya. Mereka sebenarnya bisa hemat banget listrik terutama dari penghematan AC karena AC pada dasarnya kalau makin banyak orang di dalam ruangan, makin gede konsumsi listriknya untuk mempertahankan suhu. Kalau tokonya sepi, ya AC nya bisa di set kecil jg kan? :3


So, kebayang kan? Fungsi ini sebenarnya mirip dengan platform “Office from Home”. Semoga makin banyak platform green economy yang berkembang yah, biar ngurangin beban bumi kita đŸ˜‰

Recent Posts

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *