Pengamen oh pengamen

Kini pengamen tak lagi bermodalkan gitar maupun kreceknya.
Banyak pengamen yang tak bermodalkan apapun, hanya bemodalkan
“asslamualaikum, bapak ibu..etc”

Ada yang bermodalkan nada datar, ada bahkan yang suaranya tak terdengar sama sekali, ada yang bahkan (memang) tidak dianugrahi kemampuan untuk berbicara. Honestly, next time i meet them, i will give them harmonica.

Good voice dont need to be always come from our voice, its our mouth. And I will appreciate it more.

Jadi, untuk apa mengamen? Apakah ini sebutan lebih lembut bagi para peminta-minta?

Recent Posts

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *