Internet is the next pollutant

an article from Arief Nur Budiman (http://www.facebook.com/masariefnb) in Greeneration discussion board: Paper week (http://www.facebook.com/topic.php?uid=57656710899&topic=19261)


Tindakan temen2 untuk mengirit penggunaan kertas dan me-recycle kertas untuk digunakan kembali adalah tindakan yang bagus. Dengan hal itu diharapkan produksi kertas bisa menurun dan jumlah pohon2 yang ditebang untuk memproduksinya bisa dikurangi.

Tapi…

kalau salah satu saran yang diberikan untuk usaha mengurangi penggunaan kertas adalah dengan mengakses informasi lebih sering melalui internet, hmm…. ini salah satu “jebakan” yang nggak banyak orang perhatikan. Bahkan bisa dibilang mengganti penggunaan kertas dengan internet sama seperti menyelesaikan masalah tingkat kelurahan dengan menyebabkan problem di tingkat dunia 😛

Berdasarkan penelitian Dr Alex Wissner-Gross (Harvard Univ.) “CO2 emissions caused by the IT industry are now larger than those caused by the entire international aviation industry”/”Polusi CO2 yang dihasilkan oleh dunia IT lebih besar dari polusi CO2 yang disebabkan oleh industri penerbangan di seluruh dunia”

he..he..fakta yang cukup mengagetkan bukan?

kenapa bisa demikian?… sebabnya karena dengan makin berkembangnya dunia IT, orang butuh semakin banyak komputer, laptop, server, network dll. yang untuk memproduksinya dibutuhkan natural resourcers sangat banyak, bahkan lebih banyak dibandingkan dengan industri kertas.

Dengan semakin seringnya orang meng-akses informasi di Internet, perusahaan2 IT semakin gencar membangun server yang besar untuk melayaninya, which is semakin banyak peralatan komputer yang dibutuhkan dan semakin besar pula daya listrik yang diperlukan untuk operasinya. Belum lagi dengan trend gonta-ganti komputer, laptop or hand/smartphone. Makin banyak sampah2 elektronik yang susah untuk direcycle dibandingkan dengan kertas.

Mengakses sebuah website standard jaman sekarang akan memproduksi 20 gram CO2 per detik, sementara mengakses website yang kaya dengan animasi, video, musik, upload foto/video, download berbagai macam file dll bisa menghasilkan emisi CO2 sampai 300 gram per detik.

Klo dilihat trend perkembangannya, kita bisa dapatkan hal yang lebih mengkhawatirkan lagi, karena “The internet is the fastest growing source of CO2 to the atmosphere…it doubled from 2002 to 2006.”( Bill St. Arnaud from CBC The Spark’s Nora Young)

Makin kesini makin bisa dilihat kalau perkembangannya bukan hanya naik dua kali lipat bahkan lebih 🙁

So…,

Sebenernya selain kita harus mengirit penggunaan kertas, ternyata ada yang jauh lebih penting lagi, yaitu wise (bijaksana) dalam mengakses dan memberikan informasi, mengirim attachment, men-download hal2 yang perlu dan cukup saja, melihat online movie yang penting dan memang akan dilihat, mengupload foto dengan me-resize dulu foto2nya ke ukuran kecil, mencari informasi di google yang memang diperlukan, men-download buku-musik yang memang akan didengar dan bukan hanya disimpan di dalam hardisk, mengirim attachment tidak dalam size yang besar ke mailist2, tidak mengikuti trend gonta-ganti komputer, laptop or handphone dan last but not least tidak sering2 berfacebook ria untuk sesuatu yang tidak perlu/bermanfaat he..he..

Ok, segitu aja dulu…

salam hijau buat semuanya… 🙂

Recent Posts

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *